Cara Kerja Mesin Motor Matic

2 min read

cara kerja mesin motor matic

Taukah kamu bagaimana cara kerja mesin motor matic? Seiring berjalannya waktu, teknologi di seluruh dunia semakin bertumbuh dengan cepat. Pertumbuhan ini bisa membuat manusia hidup dengan mudah. Salah satu perkembangan yang sangat cepat ialah sarana transportasi.

Bisa dikatakan bahwa sepeda motor ini bukan sebuah barang mewah, mengendarainya pun sangat mudah. Apa yang membuat mudah? Yaitu dengan hadirnya kendaraan bertransmisi otomatis yang memberi kemudahan kepada masyarakat untuk menggunakannya.

Tapi, sayangnya masih banyak masyarakat yang merasa bingung seperti apa cara kerja motor matic itu seperti apa. Jangan merasa bingung, karena kamu akan segera mengetahui bagaimana mesin motor matic bekerja melalui informasi yang sudah saya cantumkan di bawah ini.

Baca juga informasi menarik lainnya seputar otomotif di otomodiv.

Cara Kerja Mesin Motor Matic

Memang pada awalnya sistem ini disebut dengan julukan matic (automatic), tapi untuk saat ini arti dari kata matic pun sudah berubah.

Arti dari kata matic saat ini ialah tidak memanfaatkan perpindahan pada gigi transmisi atau pun sistem kopling secara manual. Semua mekanisme pada mesin matic akan bekerja secara otomatis. Jadi, para pengendara hanya perlu memainkan gas dan rem saja.

Penggunaannya memang bisa dikatakan sangat mudah, tapi hal tersebut tidak memungkinkan akan aman-aman saja karena mesin pada motor matic ini tidak menggunakan engine brake yang dapat mengurangi kecepatan mesin motor secara signifikan.

Jadi, untuk menghentikannya hanya menggunakan rem bagian belakang dan depan. Oleh karena itu, untuk kamu para pengendara motor matic harus berhati-hati dalam mengendarainya.

Bukan hanya itu saja, cara dalam mengendarai sepeda motor matic pun beda dengan motor-motor biasa pada umumnya.

Kenapa? Karena hal ini disebabkan oleh teknologi yang ada pada motor matic berbeda jauh dengan motor bebek yang menggunakan sistem kopling manual.

Untuk motor matic sendiri ada bagian utama yang disebut dengan Continuously Variable Transmission (CVT). Jadi, CVT ini ialah komponen yang berfungsi untuk melakukan perubahan pada kecepatan, dan bagian yang bekerjanya adalah V-belt.

Selain CVT, ada pun V-belt dan dua pulley yang letaknya berada di bagian depan dan juga belakang. Kedua pulley tersebut mempunyai lebar alur yang dapat berubah-ubah sesuai dengan kecepatan pada motor ketika sedang melaju.

Jika putaran pada mesin dalam kondisi rendah, maka pulley bagian depan akan mempunyai lebar alur yang besar, dan V-beltnya kecil.

Pada waktu yang sama, pulley bagian belakang pun akan mempunyai alur yang sempit dengan rial v-beltnya besar. Perlu kamu ketahui, terjadinya hal ini bisa membuat perbandingan antara rasio, pulley belakang dan depan.

Dengan seperti itu, maka hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap tenaga motor.

Cara Perawatan Motor Matic

Perlu diketahui, teknologi dari bagian CVT ini bisa dikatakan lebih unggul apabila dibandingkan dengan pendahulunya. Contoh salah satu keunggulannya ialah dari mudah dalam pengoprasiannya.

Bukan hanya itu saja teman-teman, keunggulan dari motor matic ini perawatannya juga lebih mudah dan tentunya biayanya sangat terjangkau.

Para pemilik motor hanya perlu memperhatikan oli mesin, oli gardan, v-belt, dan roller.

Biasanya untuk pengecekannya selalu diperiksa setiap sepeda motor sudah menempuh perjalanan sepanjang 10.000 sampai 20.000 km.

Selain di atas, apakah masih ada hal lain yang harus diperhatikan untuk merawat motor matic? Tentu saja ada, berikut ada beberapa cara merawat motor matic yang dapat kamu terapkan sendiri.

  • Periksa kondisi busi dan aki secara teratur
  • Sebelum motor digunakan, alangkah baiknya panaskan terlebih dahulu selama 5 menit
  • Mengganti v-belt dan roller disetiap jarak tempuh 10.000/20.000 km.
  • Mengganti oli secara rutin setiap 2 bulan sekali (tergantung pemakaian)
  • Ganti oli gardan secara rutin setiap 6 bulan sekali.

hanif-pram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *