Perbedaan Asam dan Basa

3 min read

Perbedaan Asam dan Basa

Bahan kimia terbagi menjadi dua yaitu asam dan basa. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan asam dan basa akan kami kupas secara rinci dan jelas dalam artikel ini. Jadi simak sampai akhir ya.

Kedua bahan kimia ini tidak dapat lepas dari kehidupan sehari – hari seperti obat luka, sabun pencuci piring, sabun pencuci baju, dan lain sebagainya. Namun kita cenderung tidak memperhatikan tentang bahan kimia tersebut.

Sebelum tahu perbedaan antara asam dan basa anda perlu mengetahui pengertian dari kedua bahan kimia tersebut dan berikut adalah pengertiannya.

Pengertian Asam dan Basa

1. Asam

Asam adalah bahan kimia atau zat yang memiliki konsentrasi tinggi ion H+. Asam memiliki derajat keasaman pH < 7 sekitar antara 1 sampai 6. Senyawa asam akan bereaksi pada logam yaitu kalsium serta basa (natrium karbonat).

Secara tradisional asam merupakan senyawa kimia yang akan memberikan solusi dimana air murni memiliki aktifitas lebih kecil dibandingkan dengan ion hidrogen jika dilarutkan ke dalam air.

Terdapat asam lemah terkonsentrasi dan asam kuat yang memiliki sifat korosif (asam borat dan carboranes).

Asam yang sangat pekat dapat berbahaya bagi kita karena dapat merusak kulit yaitu dapat menyebabkan luka bakar yang cukup serius, jika terkena mata juga dapat menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu jika terkena asam pekat segera cuci tangan di air mengalir hingga bersih.

Asam dapat merusak logam dan merubah warna lakmus biru menjadi merah. Tingkat keasaman akan berkurang jika dicampurkan dengan basa.

Asam dapat digunakan untuk menghilangkan karat pada logam, mengolah mineral, elektrolit pada baterai hingga menghasilkan bensin dan pupuk, aditif pada makanan dan minuman.

Ketika asam larut dalam air, maka asam hanya akan melepaskan ion hidrogen saja. Jadi asam yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+.

Asam akan berasa asam jika dicicipi menggunakan lidah seperti vitamin C yang mengandung senyawa askorbat, ketika anda menghisap zat ini maka anda akan merasakan rasa asam yang kuat.

2. Basa

Basa adalah bahan kimia atau zat yang memiliki konsenrasi tinggi ion OH-. Basa juga merupakan lawan dari asam. Basa memiliki derajat keasaman pH > 7 sekitar antara 8 sampai 14. Karena tingginya keasaman basa maka basa dapat menyebabkan pelapukan.

Sifat basa ada yang korosif yaitu kalium hidroksida dengan derajat keasaman sebesar 13,5 dan natrium hidroksida (soda kaustik atau lye) dengan derajat keasaman berkisar 13 dari 14.

Ada juga basa yang lemah yaitu amonia yang seringkali digunakan untuk membersihkan dan basa yang kuat atau dapat disebut sebagai kostik.

Saat kondisi basa standart yaitu memiliki derajat keasaman sebesar 7 yang akan larut dalam air adalah Arrhenius.

Contoh penggunaan basa dalam kehidupan sehari – hari yaitu pelarut desinfektan, deodoran, plester, antasida, dan lain sebagainya.

Basa dapat merubah warna lakmus merah menjadi biru. Tingkat kebasaan akan berkurag jika dicampur dengan asam.

Basa dapat digunakan untuk bahan pembersih oven, pencuci piring dan pakaian, serta dapat menghilangkan noda.

Ketika basa larut dalam air, ion hidroksida akan dilepaskan. Ion hidroksida adalah satu atom oksigen dan hidrogen yang masing – masing memiliki uatan negatif. Jadi basa yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH-.

Basa akan berasa pahit jika dicicipi dengan lidah seperti sabun yang kita taruh sedikit pada lidah pasti akan terasa pahit dan tekstur basa licin.

Perbedaan Asam dan Basa

Untuk lebih jelasnya sudah kami rangkumkan perbedaan asam dan basa via Yuksinau.id dalam tabel di bawah ini.

Perbedaan Asam dan Basa
Pembeda Asam Basa
Pengertian Asam adalah bahan kimia atau zat yang memiliki konsentrasi tinggi ion H+. Basa adalah bahan kimia atau zat yang memiliki konsenrasi tinggi ion OH-.
Rasa Memiliki rasa asam Memiiki rasa pahit
Sifat Korosif (mengikis benda lain yang bersentuhan dengan asam seperti logam). Kaustik (dapat merusak kulit).
Derajat Keasaman pH < 7 (1 โ€“ 6) pH > 7 (8 โ€“ 14)
Ion yang Dihasilkan Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air. Menghasilkan ion OH- jika dilarutkan dalam air
Warna Kertas pada Lakmus Merah Tetap merah Menjadi biru
Warna Kertas pada Lakmus Biru Menjadi merah Tetap biru
Sifat Senyawa Konduktor liatrik Bukan konduktor listrik
Interaksi Kimia Donatur proton Akseptor proton
Teori Lewis Penerima elektron bebas Pengirim elektron bebas
Contoh Asam sulfat yang digunakan dalam baterai mobil, asam asetat (cuka), asam tertaric yang digunakan dalam baking, asam askorbat, asam klorida, dan asam semut. Nutrium hidroksida atau soda kaustik atau lye, pasta gigi, dan soda kue.

Demikian yang dapat kami sampaikan menganai penjelasan, pengertian, perbedaan asam dan basa, contoh, serta penyebab dari adanya kedua bahan kimia tersebut. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih ๐Ÿ™‚

hanif-pram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *